RSS Feed

Setiap Anak Cerdas

Posted by Enggar on 23rd February and posted in Pendidikan

“Berapa banyak pemikir dan jiwa kreatif yang disia-siakan, berapa banyak kekuatan otak yang terbuang percuma karena pandangan kuno dan picik kita tentang otak dan pendidikan” – Jeans Houston, The Possible Human.

Itulah kutipan awal dari buku “Setiap Anak Cerdas” karangan Thomas Armstrong.

Dulu, orang selalu melihat kecerdasan sebagai sesuatu yang dibawa sejak lahir dan tidak pernah berubah sepanjang kehidupan seseorang. Sehingga, ketika seorang anak mendapatkan nilai jelek atau pun hasil IQ yang biasa saja maka sejak saat itulah label “tidak mampu” menempel pada diri anak tersebut. Beruntunglah anggapan yang keliru itu tidak berlarut-larut. Howard Gardner, seorang psikolog Harvard, menemukan model kecerdasan baru yang telah diakui oleh dunia. Dengan Teori multiple intelligence-nya, Gardner memberikan landasan yang kuat untuk delapan jenis kecerdasan di dalam diri setiap anak.

Kecerdasan itu sendiri menurut gardner dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang mempunyai nilai budaya.

Delapan kecerdasan itu sendiri adalah linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik-jasmani, musikal, antarpribadi, intrapribadi, dan naturalis. Untuk penjelasannya saya yakin sudah banyak sumber yang menuliskan tentang multiple intelligence.

Menurut Anda sudahkah metode pengajaran kita di sekolah dapat menampung delapan kecerdasan di atas? Ataukah selama ini saya atau Anda ketika mengajar hanya untuk mengejar sebuah nilai? Nilai yang harus dipenuhi anak agar mereka lulus. Sehingga keberhasilan mereka pun dapat mengangkat nama institusi pendidikan dimana mereka belajar? Hanya sampai itukah?

Menulis ini karena sedang lieur melihat nilai teori anak-anak yang anjlok, walaupun secara praktik saya bisa mengukur kemajuan yang mereka dapat. Setidaknya itu cukup menghibur hati. Dan karena saya yakin mereka pun sama cerdasnya dengan anak-anak lain. Sayangnya, kepercayaan diri mereka telah lebih dahulu hancur oleh karena status sekolah yang terlanjur melekat. Kenapa sih harus ada sistem ranking?

Leave a Reply

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.