RSS Feed

Pembelajaran TIK

Posted by Enggar on 19th February and posted in Dunia TIK, Erlangga

Beberapa pertanyaan yang muncul pada acara road show kemarin, diantaranya:

  1. Adakah batasan-batasan materi untuk mengajarkan komputer kepada anak (materi atau program maksudnya ya?)
  2. Mempertanyakan kedangkalan materi dari buku dengan kurikulum 2004
  3. Strategi mengajar komputer kepada anak dengan jumlah komputer yang terbatas
  4. Silabus dan RPP dari buku TIK SD
  5. KBK dan KTSP

Saya coba menuliskannya kembali di sini. Biar tidak bosan bacanya saya bagi menjadi beberapa tulisan ya :)

Apakah ada batasan materi untuk mengajarkan komputer kepada anak? Saya lebih memilih untuk menjawab tidak. Tapi tidak nya dengan tanda kutip :) . Di Jakarta banyak saya temui sekolah dasar yang memberikan program-program yang sejatinya baru diajarkan di sekolah menengah pertama (sesuai KBK). Contoh, program grafis seperti corel dan photoshop mengikuti KBK baru diajarkan di SMP tapi beberapa sekolah dasar sudah mengenalkan dan memberikan materi ini kepada siswa mereka. Salahkah? Tidak, jika Anda yakin murid Anda sudah bisa mengikuti, tidak semata-mata mengikuti ambisi kita.

Apakah langsung belajar photoshop dan kemudian mengacuhkan program standar lainnya? Walaupun tidak ada kaitannya belajar photoshop dengan belajar program office, tapi saya memilih untuk mengenalkan dan mengajarkan program standar tersebut terlebih dahulu. Kalau kita perhatikan beberapa pengenalan ikon dan menu baik yang ada di program pengolah kata atau pengolah angka, semuanya rata-rata mempunyai kegunaan yang sama. Cukupkah anak bisa membuat wordart? Dapatkah mereka membuat kreasi dari ikon wordart dan ikon-ikon lainnya yang telah mereka pelajari? Mengapa tidak mencoba membuat sebuah produk atau proyek ketrampilan mungkin? Bukankah akan menyenangkan jika mereka mengetahui bahwa dengan komputer ternyata mereka bisa membuat apa saja. Tidak sekedar mengetik, misalnya. Menurut saya, banyak sekali yang bisa di eksplorasi dari hanya sebuah program. Dan ketika murid Anda sudah akrab dengan fitur-fitur yang ada dalam sebuah program maka mereka akan dengan mudah menyesuaikan untuk mempelajari program aplikasi lainnya. Jadi, untuk pertanyaan pertama, saya akan jawab dengan tidak sebatas Anda meyakini bahwa anak didik Anda mampu untuk belajar lebih jauh lagi.

Mungkin saya bisa cerita sedikit mengenai anak didik saya saat ini. Semester ini saya mengajar di sebuah sekolah negeri. Sebagian besar dari mereka tidak mempunyai komputer dan bisa jadi baru mengenal dan menggunakan komputer untuk pertama kali. Program yang harus saya ajarkan kepada mereka adalah Swish, program animasi. Sampai pertemuan ke-2 saya merasa begitu gagal. Saya tidak bisa melanjutkan program ini, murid-murid saya setidaknya harus mempunyai bekal untuk bisa menggambar terlebih dahulu di komputer. Saya biasakan mereka untuk menggambar dahulu, membiasakan mereka berakrab dengan mouse dan keyboard. Saya pilih mengajarkan Paint terlebih dahulu. Saya minta mereka menggambar dengan menggunakan fitur-fitur seleksi, copy, paste, pencil, brush, transparent background, dst. Saya juga suka mengajak mereka untuk membayangkan detil-detil penggambaran dari sebuah objek. Nah, di bagian ini seru aja melihat wajah-wajah mereka :) . Selain melatih daya imajinasi saya ingin mereka sedikit kreatif. Tak ‘apa kan? :) Btw, gambar mereka sekarang bagus-bagus lho.

Untuk pertanyaan kedua, kedangkalan materi dari buku TIK SD. Hm, mungkin memang dangkal. Tapi apa yang ada di buku TIK itu hanyalah acuan standar. Jadi, kalau bisa lebih tentu lebih baik, sekali lagi sesuaikan dengan kemampuan anak didik Anda. Kedangkalan materi bisa disamarkan dengan cara pengajaran yang menyenangkan, bukan? Contohnya? Padukan dengan tema dan pengajaran bidang studi lainnya. Kalau perlu selingi dengan permainan. Hei, bukankah dunia anak dunia bermain? :)

Jadi, untuk apa anak belajar komputer? Komputer melatih anak ber-nalar (bahasanya kok aneh gini ya? ;-) ). Dan tugas guru komputer mengajarkan kepada anak bahwa komputer bisa membantu mereka untuk hal-hal lain, seperti membuat puisi, membuat cerita, dan yang utama membantu mereka dalam belajar.

Pertanyaan ke-3 dan ke-4 saya jawab di tulisan yang berikutnya ya. Buat rekan-rekan guru lain, bisa tolong di share ide-nya? Tentu akan lebih baik mempunyai banyak masukan dibanding hanya dari satu orang yang sok tau kaya saya ya? hehehe.

19 Comments

  1. Bu Enggar,
    sedapat mungkin sebagai pendidik, kita menghindari pendekatan yang berorientasi pada penguasaan software (piranti lunak)
    Mungkin yang bisa diambil adalah pendekatan hasil produk.
    Sebuah brosur kampenye lingkungan yang dihasilkan oleh siswa kelas 4 sekolah dasar misalnya, bisa dihasilkan oleh beberapa software yang berbeda.
    Tugas guru hanyalah menjadi fasilitator sekaligus menjadi teman diskusi yang asyik bagi siswa.

  2. Enggar

    Setuju, Pak. Saya lebih ke arah project based. Jadi, anak bisa membuat poster dengan tema global warming misalnya, bahkan hanya dari satu program ataupun dari berbagai aplikasi. Semisal gambar dibuat sendiri dari corel dan kemudian sisipkan di photoshop untuk produk poster. Namun untuk itu anak setidaknya mengerti konsep dasar dari sebuah tool, bukan? Penjelasan saya di atas bukan untuk penguasaan sebuah software. Untuk itulah saya mengubah modul swish ke paint, karena saya ingin anak mengenal dan dapat menggunakan fitur-fitur standar. Mungkin cara saya menjelaskan salah ya, Pak? So sory :) , itu juga kelemahan saya, sulit menjelaskan maksud sesungguhnya. Dan untuk memperbaiki tata bahasa yang ngawur itulah saya memberanikan diri nge-blog :) . Terima kasih banyak, Pak.

  3. Joko Sutrisno

    Numpang comment nih. Walaupun dalam Standar Isi 2006/KTSP tidak terdapat materi TIK untuk SD, menurut saya sekolah tetap berkewajiban menyelenggarakan pengajaran komputer kepada anak didiknya. Tentu saja tujuan akhirnya bukan supaya anak-anak menjadi ahli komputer atau menguasai program-program komputer, tetapi lebih jauh supaya anak-anak dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mereka. Dengan demikian, yang harus belajar komputer bukan saja anak didik, tetapi ya gurunya juga, semua guru, bukan hanya guru TIK. Makanya nama pelajarannya TIK, bukan pelajaran Komputer. Gitu kali ya Bu Enggar?

  4. Enggar

    Pak Joko:
    Betul sekali, Pak Joko. Terima kasih buat masukannya. Duh, jadi nggak pede blog saya dibaca chief editor :) . Di Sragen kemarin saya dikira baru lulus dan abis lah saya dikerjain sama pak Nandar :)

  5. haris

    numpang ngomong sdikit,
    masalah pembelajaran TIK di sekolah memang sangat berbeda-beda, khususnya untuk SD. masih banyak atau malahan lebih banyak sekolah yang belum mengajarkan TIK. dan disekolah yang sudah mendapat pelajaran TIK, juga ada yang mampu mengikuti dan yang tidak, mungkin karena berbagai alasan, yang paling banyak alasan mereka adalah, banyak mereka tidak punya komputer dirumah. sehingga kalau belajar komputer disekolah saja kurang matang. atau juga komputer disekolah bergantian karena tidak sesuainya jumlah komputer dengan anak. terimakasih. Haris SD Bangunsari 02 Mejayan Madiun

  6. Lasido Arman

    Ikutan Yach…
    saya seorang siswa SMA kelas 2 …
    saya belajar TIK baru pada kelas 2 SMA sekarang .
    “saya mau Ikut Comment tentang Orang tang tidak mempunyai komputer di rumahnya ”
    ..saya adalah seseorang yang ingin belajar komputer tetapi saya tidak memiliki komputer di rumah…
    tetapi ( tidak memiliki komputer bisa dijadikan acuan langsung untuk belajar lebih )
    ,….karena yang saya rasakan karena tidak mempunyai komputer sendiri di rumah malah jadi bertambah keinginan saya untuk mengetahui lebih jauh tentang TIK..dengan cara belajar kelompok di rumah temen yang punya komputer atau di Warnet / Rental…
    Jd mengajarkan TIK kepada anak SD / SMP sekarang harusnya sudah bisa merata di negara kita …dan jangan dijadikan alasan Guru untuk menunda pelajaran yang mau di ajarkan.

    terima kasih …

  7. Enggar

    Haris:
    Di Madiun banyakkah sekolah dasar yang sudah mempunyai labkom, Pak?
    Lasido:
    Saya setuju, ketiadaan fasilitas tidak seharusnya menjadi penghambat seseorang untuk belajar.

  8. galih

    numpang komentar, saya sangat senang dengan ulasan diatas,memang seharusnya pelajaran komputer harus terintegrasi dengan pelajaran lainnya. misalnya sains, siswa bisa diajak untuk membuat gambar sel atau sistem tata surya, kalau bahasa indonesia bisa juga buat cerita yang format nya sudah ditentukan,
    cukup gitu aja komentarnya, terima kasih

  9. Enggar

    galih:
    Terima kasih kembali :) .

  10. Dwi(SBY)

    waduh bu Enggar, hebat komentar tentang keterbatasan komputer yang dimiliki suatu sekolah bukanlah masalah yang sangat dipermasalahkan, yang jadi masalah mungkin media apa dan bahan materi yang akan diberikan itu dari apa bu???? Bu saya mau daftar sebagai guru bantu didesa terpencil yang jumlah comp nya sangat minim sekali jadi mohon solusinya bu enggar………

  11. rifki

    maaf saya ikut campur dalam masalah ini.
    saya rifki, saya anak sma yang lulus tahun 2008 ini. saya mempunyai masalah dalam mengjarkan komputer terhadap anak2, saya bingung, karna murid yang saya ajarkan dalam satu kelas berfariasi. ya… diantaranya ada yang masih kelas 4SD-2SMP. pertanyaan saya, bagaimana saya mengajarkan komputer kepada mereka, sedangkan sebagian dari mereka udah pernah belajar komputer sebelumnya!?
    dan bagaimana cara saya mengajar komputer yang bisa membuat mereka tak jenuh?
    mohon balesannya dan maaf klo kata2nya kurang dewasa!…

  12. Cecep Suhaendi

    Ikutan jg yahh :
    Saya skarang mengelola warnet bareng temen saya, warnet ini bekerjasama dengan sebuah SD untuk kegiatan ekskul komputer dan pengenalan internet untuk kelas 3 s/d kelas 6, tapi saya masih bingung gimana cara saya untuk mengajar kepada anak2 SD supaya bisa cepat di mengerti, karena keterbatasan waktu pelatihan… mohon masukannya… makasih

  13. ninokk

    maaf, ikutan gabung nihh……..
    memang benar seringkali sangat membingungkan untuk memberikan materi yang pas untuk kegiatan pljran / ekskul komputer,anak usia SD kls 1-6.saya sangat tertarik ternyata masih ada yang peduli,walaupun sekian banyaknya kendala yang hrs dihadapi untuk membuat suatu pembelajaran itu menarik. mohon dikirim beberapa contoh RPP dan saran yang dapat menjadi acuan mengajar TIK untuk SD kls 1-6. thx…

  14. gito

    maaf ikut nimbrung…
    saya guru yg mgajar dlm bid TIK. di sk0lah tmpt sy mgajar cuma ada 10 unit PC. smntara siswa yg sy ajar persatu kali pertemuan rbnyk 30 org. BAYANGKAN.. btapa rep0tna mgajar bgitu bnyk siswa dg prangkt segitu. kdg sy bfikir sndiri, bgamana blajar yg akfektif dg kadaan sprti itu. kmudian sy mncoba mmbagi 2 klomp0k yg masing2 brgg0takan 15 org. n mmbg 2 jam plajaran pula, hgga masing2 klmpk punya 1 jam plajarn. cAPEK buanget se, dri sana dpt sy lhat, kmampuan anak itu brbeda2, ada yg cpt tanggap, n ada yg lama skali pahamnya. yg cpt tanggap kebanyakan siswa yg yg mmpunyai komptr d rumah, atau mreka yg prnah ikut kursus. n siswa yg lmbt tggapnya kbnyakn yg bru mgenal k0mputer. dri keadaan trsbt, saat bljr praktek yg sy utamakan utk brainware adalah siswa yg blum prnah pggang kmptr. smntara yg sudah pandai sy suruh mndampingì tmnnya blajar.

  15. numpang juga bu..
    sepengalaman saya mengajarkan komputer untuk anak usia SD ke atas, lebih mudah menggunakan program Office Word 2003, pada tahap awal dikenalkan icon, dan kemudian dikenalkan dengan mengetik misal nama dan sebagainya, baru kemudian diajari memasukkan gambar (clip gallery).
    ternyata, anak memang memiliki kecenderungan yang berbeda antara masing-masing anak, ada yang cepat memahami pengetikan dan sebagian lebih cepat dalam menyusun gambar. pikir saya hal itu wajar mengingat secara teoritis setiap anak memiliki bawaan potensi kecerdasan yang berbeda-beda (multiple intelligence). dan dari proses tersebut akhirnya anak dapat berkebang sendiri sesuai dengan kesukaannya, dan yang saya sadari, bahwa tidak ada anak yang bodoh atau susah memahami, kalopun terjadi begitu, ternyata bisa saja karena kita yang kurang bisa memberi pemahaman atau memang anak tersebut tidak berminat dalam bidang tersebut. terima kasih

  16. acep muhammad jamalludin

    MAS TOLONG SAYA YA !
    1. Mungkinkah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat terapkan di Sekolah (beri alasannya ).

    2.Apa kelebihan dan kekurangan, jika pembelajaran mengunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ?

    MAKASIH YA MAS SAYA TUNGGU

  17. Nur khakimatul fajroh

    ada RPP TIK dari kelas 1 sampai 6 yang gratis yang bisa diunduh disini,,,g….

  18. Enggar

    @Nur Khatimatul: RPP TIK bisa dilihat di kategori Perangkat Pembelajaran di blog ini juga. Dipaparkan dalma bentuk postingan. Hanya saja memang belum lengkap.

  19. MIS PLOSOSETRO

    Kami perlu buku panduan TIK untuk Guru

Trackbacks/Pingbacks

  1. TIK SD & SMP » Blog Archive » Menjawab Komentar
  2. ANALISIS PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI SEKOLAH DASA « Dianahluddin’s Blog

Leave a Reply

Powered By Wordpress || Designed By @ridgey28