Beberapa pertanyaan yang muncul pada acara road show kemarin, diantaranya:

  1. Adakah batasan-batasan materi untuk mengajarkan komputer kepada anak (materi atau program maksudnya ya?)
  2. Mempertanyakan kedangkalan materi dari buku dengan kurikulum 2004
  3. Strategi mengajar komputer kepada anak dengan jumlah komputer yang terbatas
  4. Silabus dan RPP dari buku TIK SD
  5. KBK dan KTSP

Saya coba menuliskannya kembali di sini. Biar tidak bosan bacanya saya bagi menjadi beberapa tulisan ya :)

Apakah ada batasan materi untuk mengajarkan komputer kepada anak? Saya lebih memilih untuk menjawab tidak. Tapi tidak nya dengan tanda kutip :). Di Jakarta banyak saya temui sekolah dasar yang memberikan program-program yang sejatinya baru diajarkan di sekolah menengah pertama (sesuai KBK). Contoh, program grafis seperti corel dan photoshop mengikuti KBK baru diajarkan di SMP tapi beberapa sekolah dasar sudah mengenalkan dan memberikan materi ini kepada siswa mereka. Salahkah? Tidak, jika Anda yakin murid Anda sudah bisa mengikuti, tidak semata-mata mengikuti ambisi kita.

Apakah langsung belajar photoshop dan kemudian mengacuhkan program standar lainnya? Walaupun tidak ada kaitannya belajar photoshop dengan belajar program office, tapi saya memilih untuk mengenalkan dan mengajarkan program standar tersebut terlebih dahulu. Kalau kita perhatikan beberapa pengenalan ikon dan menu baik yang ada di program pengolah kata atau pengolah angka, semuanya rata-rata mempunyai kegunaan yang sama. Cukupkah anak bisa membuat wordart? Dapatkah mereka membuat kreasi dari ikon wordart dan ikon-ikon lainnya yang telah mereka pelajari? Mengapa tidak mencoba membuat sebuah produk atau proyek ketrampilan mungkin? Bukankah akan menyenangkan jika mereka mengetahui bahwa dengan komputer ternyata mereka bisa membuat apa saja. Tidak sekedar mengetik, misalnya. Menurut saya, banyak sekali yang bisa di eksplorasi dari hanya sebuah program. Dan ketika murid Anda sudah akrab dengan fitur-fitur yang ada dalam sebuah program maka mereka akan dengan mudah menyesuaikan untuk mempelajari program aplikasi lainnya. Jadi, untuk pertanyaan pertama, saya akan jawab dengan tidak sebatas Anda meyakini bahwa anak didik Anda mampu untuk belajar lebih jauh lagi.

Mungkin saya bisa cerita sedikit mengenai anak didik saya saat ini. Semester ini saya mengajar di sebuah sekolah negeri. Sebagian besar dari mereka tidak mempunyai komputer dan bisa jadi baru mengenal dan menggunakan komputer untuk pertama kali. Program yang harus saya ajarkan kepada mereka adalah Swish, program animasi. Sampai pertemuan ke-2 saya merasa begitu gagal. Saya tidak bisa melanjutkan program ini, murid-murid saya setidaknya harus mempunyai bekal untuk bisa menggambar terlebih dahulu di komputer. Saya biasakan mereka untuk menggambar dahulu, membiasakan mereka berakrab dengan mouse dan keyboard. Saya pilih mengajarkan Paint terlebih dahulu. Saya minta mereka menggambar dengan menggunakan fitur-fitur seleksi, copy, paste, pencil, brush, transparent background, dst. Saya juga suka mengajak mereka untuk membayangkan detil-detil penggambaran dari sebuah objek. Nah, di bagian ini seru aja melihat wajah-wajah mereka :). Selain melatih daya imajinasi saya ingin mereka sedikit kreatif. Tak ‘apa kan? :) Btw, gambar mereka sekarang bagus-bagus lho.

Untuk pertanyaan kedua, kedangkalan materi dari buku TIK SD. Hm, mungkin memang dangkal. Tapi apa yang ada di buku TIK itu hanyalah acuan standar. Jadi, kalau bisa lebih tentu lebih baik, sekali lagi sesuaikan dengan kemampuan anak didik Anda. Kedangkalan materi bisa disamarkan dengan cara pengajaran yang menyenangkan, bukan? Contohnya? Padukan dengan tema dan pengajaran bidang studi lainnya. Kalau perlu selingi dengan permainan. Hei, bukankah dunia anak dunia bermain? :)

Jadi, untuk apa anak belajar komputer? Komputer melatih anak ber-nalar (bahasanya kok aneh gini ya? ;-)). Dan tugas guru komputer mengajarkan kepada anak bahwa komputer bisa membantu mereka untuk hal-hal lain, seperti membuat puisi, membuat cerita, dan yang utama membantu mereka dalam belajar.

Pertanyaan ke-3 dan ke-4 saya jawab di tulisan yang berikutnya ya. Buat rekan-rekan guru lain, bisa tolong di share ide-nya? Tentu akan lebih baik mempunyai banyak masukan dibanding hanya dari satu orang yang sok tau kaya saya ya? hehehe.